Thursday, July 2, 2015



SJF (Shortest Job First).

Ciri-ciri SJF:
@SJF merupakan  satu algorithme penjadwalan  Non Preepmtive.
@Penjadwalan ini mengasumsikan waktu layanan proses  diketahui sebelumnya.
@SJF tidak dapat dilaksanakan di tingkat penjadwalan CPU jangka pendek, karena tidak ada cara untuk mengetahui BT proses berikutnya. Sama halnya seperti FIFO,   SJF optimal diterapkan untuk penjadwalan CPU jangka panjang seperti dalam sistem Batch.

@Shortest Job First (SJF) merupakan algorithme penjadwalan layanan proses berdasarkan Burst Time terpendek(BT terkecil, tersingkat).

@Dari proses yang sudah tiba pada semua AT =0    scheduller memilih proses terpendek untuk pertama dilayani oleh processor hingga selesai kemudian urutan selanjutnya yang dijadwalkan untuk dilayani adalah proses yang memiliki BT terpendek dari semua proses yang tersisa ,  demikian prinsip layanan proses-prosesnya selanjutnya hingga semua proses dilayani  selesai.

@Jika proses tiba dengan waktu tiba(AT) yang berbeda maka proses yang awal dilayani awal adalah proses yang masuk di waktu tiba paling awal dan proses tersebut dilayani hingga selesai dengan tanpa melihat apakah proses yang tiba di waktu paling awal tersebut memiliki BT terpendek atau terpanjang,  urutan layanan selanjutnya barulah dilakukan layanan pada proses yang BT nya paling  terpendek dan demikian prinsip layanan proses yang selanjutnya dipilih BT terpendek dari semua proses yang ada hingga semua semua proses selesai dilayani.

@Jika terdapat 2 proses atau lebih yang memiliki BT sama terpendek maka penjadwalan ala FIFO dilaksanakan yaitu dari antara kedua proses yang memiliki BT sama terpendeknya yang duluan dilayani adalah proses yang duluan tiba dari keduanya .

@SJF dinilai sebgai algorithme yang memberikan efisiensi yang tinggi dan turn around time rendah dan penjadwalannya tak berprioritas.

@Algoritma SJF pada suatu kondisi dapat bersifat algorithme  pre-emptive  yang dikenal sebagai algorithme SRTF atau SRF yang insya Allah  akan penulis postingkan pada kesempatan  yang akan datang.

MASALAH PADA SJF
1) Starvation (adanya proses yang tidak dilayani)
dalam beberapa keadaan seperti BT terpendek yang panjang  mungkin dibelakang ada proses yang selamanya menunggu.
Misalnya proses A BT 1 jam tiba di AT = 0

***************************
Contoh 1 Algorithme SJF
Contoh SJF dengan Arrival Time =0
Terdapat proses dibawah ini dengan Arrival Time (waktu tiba) yang sama di  t=0

Jika ditanya :
1.kapankah proses mulai dilayani ?
2.kapankah proses selesai dilayani ?
3.berapa lama proses menunggu sebelum dilayani ? dan berapa rata-rata lama proses menunggu dilayani?
4.berapa waktu yang dihabiskan proses di dalam sistem ? dan berapa rata-rata waktu yang dihabiskan proses di dalam sistem?

maka jawaban pertanyaan di atas memerlukan langkah-langkah Penyelesaian:
Untuk mudah dapat menjawab pertanyaan maka sebagai Langkah 1.;
Membuat Gantt Chart Proses SJF nya.

Mungkin jika ukuran waktu prosesnya pendek dan rangkaian prosesnya sedikit maka dianggap  tidak memerlukan Gantt Chart , namun jika BT prosesnya bervariasi dan panjang serta rangkaian  prosesnya banyak maka Gantt Chart sangat membantu kita membahas mekanismenya.

Dalam membuat Gant Chart rangkaian proses digunakan prinsip SJF yaitu dengan 
mengingat bahwa  proses yang pertama dilayani yang punya BT terpendek yaitu proses A BT3 hingga selesai  di t =3, kemudian diikuti dengan terpendek berikutnya proses X BT6 dilayani hingga  selesai di t =9 dan kemudian terpendek berikutnya proses Z BT7 dilayani hingga selesai  di t =16  dan yang terakhir dilayani adalah proses Y BT8 dilayani selesai di t=24.  Sebagai  kontrol perlu memperhatikan Jumlah Burst Time sama dengan t terakhir pada Gantt Chart.

Meskipun di soal tidak diminta menggambarkan Gantt Chartnya, tetapi sudah lazim dalam menjawab soal algorithme penjadawalan .dilampirkan Gantt Chartnya pada bagian awal jawaban.

Gant Chart proses SJF nya:







Membuat  tabel  jawaban yaitu table dasar soal  ditambah dengan kolom-kolom komponen  pertanyaan seperti berikut:






Setiap hasil pembahasan nantinya  dituliskan sebagai jawaban di dalam tabel.

Langkah 2. Berdasarkan Gantt Chart dapat dimulai menjawab pertanyaan

1.Waktu Proses mulai dilayani (Start Time) dilihat dari Gantt Chart
X =3
Y=16
Z=9
A=0 ­.------masukkan jawaban di dalam tabel di kolom Start Time

2.Waktu Proses selesai  dilayani (Completion Time) dilihat dari Gantt Chart
X =9
Y=24
Z=16
A=3 ­.------masukkan jawaban di dalam tabel pada langkah 2 di kolom Completion Time

3.Waktu Proses menunggu dilayani (Waiting Time) dapat dilihat dari Gantt Chart:
X =3
Y=16
Z=9
A=0  ------masukkan jawaban di dalam tabel pada langkah 2 di kolom Completion Time

Jika diuji dengan Rumus perhitungan WT :
Waiting Time = Start Time – Arrival Time
Waiting Time = Completion Time – Burst Time – Arrival Time
Untuk AT = 0 ,  WT=ST  atau  WT = CT-BT
Maka hasilnya sama dengan pembacaan waktu tunggu dari Gantt Chart
  
Rata-rata lama waktu proses menunggu dilayani:
WT average = ∑ WT  / ∑P
WT average = (3+16+9+0)/4 = 7

4.Waktu yang dihabiskan Proses di dalam sistem adalah:
Turn Around Time =
Turn Around Time = Completion Time – Arrival Time
Atau
Turn Around Time = Waiting Time + Burst Time
X=3 +6 = 9
Y=16 +8 =24
Z=9 +7 =16
A=0  + 3 = 3 masukkan jawaban di dalam tabel pada langkah 2 di kolom Turn Around Time

Rata-rata waktu yang dihabiskan proses di dalam sistem  (Turn Around Time) adalah
TAT average = ∑ TAT  / ∑P
TAT average= (9 + 24 + 16 +3) / 4 = 13










********************************* 
Contoh 2 Algorithme SJF
Contoh SJF dengan Arrival Time berbeda
Pertanyaan:
1.Gambarkan Gantt Chart proses
2.Tentukan Lama Proses menunggu layanan
3.Hitung jumlah rata-rata waktu yang dihabiskan proses selama di dalam sistem
Pada rangkaian proses di bawah ini.










Pembahasan :
Pada t=0.0 P1(BT7)  tiba dilayani 7 ms selesai di t=7,sementara  itu semua proses sudah tiba.
Kemudian yang dilayani selanjutnya adalah proses yang dilayani berikutnya dari tiga proses yang tersisa adalah proses yang  paling pendek BTnya yaitu P3(BT1) dilayani 1ms selesai di t=8,  selanjutnya yang dilayani adalah P2(BT4) dilayani selesai di t=12 dan terakhir dilayani adalah P1(BT7) selesai di t=16

Jawaban 1.
Gant Chart pproses SJF nya:




Jawaban 2.
Sebelumnya ,buat tabel jawaban dari tabel dasar ditambah kolom Waiting Time dan kolom Turn Around Time

Mencari Waiting Time (WT) yang lebih memungkinkan digunakan rumus
WT = Start Time - Arrival Time , -------untuk ukuran Start Time lihat Gantt Chart
WT P1 =0-0 =0
WT P2 =8-2 =6
WT P3=7-4 =3
WT P4 =12-5 =7  -------------------isikan ke dalam kolom Waiting Time

Jawaban no 3
TAT= Waiting Time + Burst Time Mencari waktu yang dihabiskan proses selama di sistem (Turn Around Time)  yang lebih memungkinkan digunakan rumus

TAT P1 =0+7 =7
TAT P2 =6+4 =10
TAT P3 =3+1 =4
TAT P4 =7+4 =11  -------------------isikan ke dalam kolom  Turn Around Time di tabel

Tabel Jawaban Contoh 2 SJF:
Rata-rata Turn Around Time = ∑ Turn Around Time / ∑ Proses
Rata-rata Turn Around Time = (7+10+4+11) /4  = 32/4 = 8


**************************
Contoh 3 Algorithme SJF
Mencari Rata-rata waktu penyelesaian  dan rata-rata waktu tunggu dari proses dibawah :











Pembahasan:
Seperti biasanya , terutama untuk tampilan data proses yang demikian diperlukan Gantt Chart untuk
membahasnya. 
Proses yang pertama tiba  di t=1 adalah D4(BT5) dilayani  5ms hingga selesai  di t = 6, sementara itu semua proses  telah tiba. Proses selanjutnya yang memiliki BT terpendek ada dua yakni  D1 dan D6 maka kebijakan FIFO digunakan yaitu yang dilayani adalah D6 karena D6 tiba lebih awal daripada D1.
Setelah D6 maka dilayani berturut-turut adalah D1,D5,D2,D4, dan terakhir dilayani adalah D3,sehingga kronologis pelayanan prosesnya dapat digambarkan pada Gantt Chart sbb:




∑t = 19-1 =18

Untuk mencari waktu penyelesaian  proses  selama di sistem (Turn Around Time)  yang lebih memungkinkan digunakan rumus :
Turn Arround Time  = Completion Time  – Arrival Time yaitu
Lihat Completion Time dari Gantt Chart dan lihat Arival Time dari tabel dasar di atas,  maka didapat:
Waktu Penyelesaian D1 = 8 –  6 = 2
Waktu Penyelesaian D2 = 13 – 3 =10
Waktu Penyelesaian D3 = 19 – 4 =15
Waktu Penyelesaian D4 = 6 – 1 = 5
Waktu Penyelesaian D5 = 10 – 2 = 8
Waktu Penyelesaian D6 = 7 – 5 = 2 -------isikan hasilnya ke kolom Turn Around Time  pada tabel.

Rata-rata waktu penyelesaian maka
TAT =  ∑ Turn Around Time / ∑ Proses
TAT = (2+10+15+5+8+2)/6    =42/6  = 7

Untuk mencari waktu tunggu   proses  (Waiting Time)  yang lebih memungkinkan digunakan rumus
Yang berkaitan langsung dengan  TAT yaitu:

Waiting Time = Turn Around Time - Burst Time
WT D1  = 2–1 = 1
WT D2  = 10–3 = 7                                   
WT D3  = 15-6 = 11
WT D4  = 5-5 = 0
WT D5  = 8-2 = 6
WT D6  = 2-1 = 1--------------isikan hasilnya ke kolom  Waiting Time  pada tabel.
             
Tabel Jawaban Contoh 3 SJF :          











Demikian kiranya informasi SJF scheduling yang dapat penulis tampilkan di sini,  semoga bermanfaat .


Thanks for...

Daftar Referensi:

http://web.cse.ohio-state.edu/~agrawal/660/Slides/jan18.pdf


Pasaribu.M.2015.Sistem Operasi 



FIFO =First In First Out.  Istilah lain untuk menyebut FIFO adalah FCFS (First Come First Served), di Indonesia ada yang menyebutnya PTPD (Pertama Tiba Pertama Dilayani).
FIFO merupakan algorithme penjadwalan yang paling sederhana.
Dalam algorithma penjadwalan FIFO, prosesor melayani proses berdasarkan urutan tiba dalam  antrian(Queuing) dimulai dari proses yang awal tiba hingga proses yang tibanya terakhir.Dalam FIFO semua proses dilayani jadi tidak terjadi Starvation(adanya proses yang tidak dilayani) .

FIFO secara kondisi umum meminimalisir  overhead dan meminimalisir konteks switching(peralihan layanan prosesor antar satu proses ke proses lain).

Pada kondisi khusus tertentu FIFO tidak menguntungkan bagi proses dengan Burst Time  pendek yang berada di urutan belakang dan proses Burst Time terpanjang berada di urutan antri depan karena proses dengan Burst Time pendek di belakang harus menunggu lama untuk mendapat giliran dilayani sehingga menyebabkan rata-rata waktu tunggu proses menjadi besar.Hal ini   disebut efek Konvoi.

Contoh penerapan algorithme FIFO :
-baik diterapkan untuk aplikasi analisis numerik dan pembuatan tabel.
-baik diterapkan pada sistem batch yang sangat jarang berinterkasi dengan pemakai.

Penilaian terhadap algorithma FIFO berdasarkan kriteria optimasi layanan proses:
1.Adil
Jika dilihat dari waktu tiba yakni pertama datang pertama dilayani,  tetapi jika dilihat dari jumlah BT maka FIFO tidak adil karena proses dengan BT pendek yang berada pada urutan belakang menjadi menunggu lama agar bisa dilayani.

2.Efisiensi
Dinilai sangat efisien

3.Waktu Tanggap
Dinilai sangat jelek , sangat tidak cocok untuk sistem interaktif dan  sistem waktu nyata (Real Time).

4.Turn arround Time
Jelek

5. Throughput
Jelek
FIFO jarang digunakan mandiri tetapi dikombinasikan algorithme lain, misalnya pada Algorithme SRTF dalam memprioritaskan proses-proses yang memiliki BT yang sama terpendeknya, pada saat demikian SRTF  diputuskan berdasarkan prinsip FIFO yakni proses yang duluan tiba yang dilayani diantara proses-proses yang  terpendeknya sama.


Berikut ini penulis menampilkan beberapa contoh dimulai dari yang paling sederhana dalam mekanisme FIFO : 








Terdapat 3 proses yaitu  A,B,C dengan Burst Time berturut-turut 2,5 ,20 dengan waktu tibanya 0,1,2.

Hal-Hal Yang dapat dibicarakan dalam Pembahasan:

1.Membuat Rangkaian proses-nya dalam tabel dasar sbb:

2.Menggambarkan Gantt Chart rangkaian prosesnya dengan prinsip FIFO dapat dibuat sbb :

3.Menentukan Start Time (ST) yaitu Waktu Kapan Mulai Proses Dilayani;dapat dilihat dari Gantt Chart, yaitu:
ST  Proses A =0
ST  Proses B =2
ST  Proses C =7

4.Menentukan Completion Time (CT) yaitu Waktu Kapan Selesai Proses Dilayani; dapat dilihat pada Gantt Chart, yaitu:

CT  Proses A =2
CT  Proses B =7
CT  Proses C =27

5.Menentukan Waktu Tunggu (WT) setiap Proses , dapat dihitung dengan mana saja dari berbagai Rumus perhitungan yang ada diantaranya adalah :


[Masih lupa rumus-rumus alternatif  perhitungan WT.TAT. konversinya? klik di @BEBERAPA RUMUS PENGUKURAN DALAM PENJADWALAN PROSES@


a.Rumus Waiting Time = Start Time - Arrival Time

disingkat WT= ST - AT
ST masing-masing proses dilihat pada hasil pembahasan no 3.  dan  AT masing-masing proses ada pada soal atau di tabel dasar pembahasan no 1.  sehingga;
WT  Proses A = STA - ATA =0-0 =0
WT  Proses B = STB - ATB =2-1 =1
WT  Proses C = STC - ATC =7-2 =5

Karena Completion Time sudah diketahui dapat juga Waiting Time dihitung menggunakan ;

b.Rumus Waiting Time = Completion Time – Burst Time – Arrival Time
disingkat WT = CT - BT - AT
CT masing-masing proses lihat pada hasil pembahasan no 4.
BT dan AT masing-masing proses dilihat pada soal atau pada tabel dasar pembahasan no1.
sehingga ;
WT  Proses A = CTA - BTA -ATA =2-2-0 =0
WT  Proses B = CTB - BTB -ATB =7-5-1 =1
WT  Proses C = CTC - BTC -ATC =27-20-2=5

6.Menentukan Turn Around Time (TAT) yaitu waktu yang dihabiskan proses selama di dalam sistem pemrosesan:

TAT dapat dihitung dengan mana saja dari 2 rumus perhitungan sbb:
a.Rumus Turn Around Time = Completion Time - Arrival Time
disingkat TAT = CT - AT
sehingga ;
TAT Proses A = CTA - ATA =2-0 =2
TAT Proses B = CTB - ATB =7-1 =6
TAT Proses C = CTC - ATC =27-2=25 d

Atau...karena Waiting Time sudah diketahui maka Turn Around dapat dihitung menggunakan menggunakan;
b.Rumus Turn Around Time = Waiting  Time + Burst Time
disingkat TAT = WT + BT
sehingga;
TAT Proses A = WTA - BTA =0+2=2
TAT Proses B = WTB - BTB =1+5 =6
TAT Proses C = WTC - BTC =5+20=25 

7.Hasil Pembahasan FIFO contoh 1 dapat ditampilkan dalam tabel:


Rata-rata Waiting Time = ∑ WT_ABC : ∑Proses

Rata-rata WT = 6/3 =2

Rata-rata TAT = ∑ TAT_ABC : ∑Proses

Rata-rata TAT = 33/3=11


Demikianlah Contoh 1 Penjadwalan FIFO Arrival Time berbeda.


 *****************#######***************






Pada contoh 1 di atas diketahui Arrival Time semua proses berbeda, pada contoh 2 ini semua proses tiba bersamaan di t=o



Jika diminta untuk :

1.Menentukan Completion Time(Waktu Kapan Selesai Proses Dilayani)
2.Rata-Rata Turn Around Time.
3.Menentukan Rata-rata Waiting Time

Pembahasan:

Pembahasan No. 1
Penggambaran Gant Chart-nya  dalam prinsip FIFO untuk lebih jelas melihat Completion Time prosesnya :



Dari Gantt Chart dapat ditentukan jawaban no 1.

Completion Time(CT) prosesnya ;
CT Proses P =3
CT Proses Q=18
CT Proses R=35

Pembahasan No.2

Untuk mendapatkan Rata-rata TAT  harus menghitung TAT masing-masing proses.
Dalam hal ini karena Completion Time telah diketahui maka TAT masing-masing proses dapat dihitung dengan yang ini : Rumus  Turn Around Time  = Completion Time  -  Arrival Time
disingkat TAT = CT - AT
dikarenakan AT = 0  maka TAT = CT
sehingga di dapatkan:
TAT proses P  = CTP  =3
TAT proses Q = CTQ =18
TAT proses R = CTR =35
Jawaban no 2.
Rata-rata TAT = (3+18+35)/3   =  56/3  = 18,67

Pembahasan No.3

Karena Turn Around Time Telah diketahui maka Waiting Time dapat dihitung dengan rumus yang ini: Waiting Time = Turn around Time - Burst Time
disingkat WT = TAT - BT
sehingga ;
WT proses P =TAT Proses P - BTP = 3-3 =0
WT proses Q =TAT Proses Q - BTQ = 18-15=3
WT proses R =TAT Proses R - BTR = 35-17=18
Jawaban no 3. 
Rata-rata Waiting Time = (0+3+18)/3 = 7





Pada contoh rangkaian FIFO yang ke 3 ini penulis paparkan contoh perhitungan dalam FIFO  di dalam  tabel. 

Jika diketahui terdapat antrian 7 proses yaitu P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7 dengan kedatangan 0,1,2,2,4,5,6,8  dan lama layanan berturut-turut adalah 5,2,4,6,8,3,2.

Pertanyaan :
a.Kapankah dimulai layanan dari tiap-tiap antrian?
b.Kapankah selesai layanan tiap-tiap proses?
c.Hitung Turn Around Time-nya.
d.Berapakah rata-rata Turn Around Time?

Pembahasan untuk menjawab pertanyaan:
@Membuat tabel dasar rangkaian prosesnya sbb:


@Membuat Gantt Chart rangkaian prosesnya:


Kali ini jawaban ditampilkan sudah dalam bentuk Tabel

Penulis mencoba untuk menjelaskan kronologis  perhitungan yang mungkin menghagasilkan  isi tabel untuk menjadi jawaban pertanyaan di atas :


Rata-Rata TAT = 100/7 = 14,29

Demikianlah informasi perihal FIFO scheduling yang dapat penulis share,  semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkan informasi sekitar ini.

Alhamdulillah terima kasih


Thanks For ....
Daftar Referensi:
http://inst.eecs.berkeley.edu/~cs162/sp11/sections/cs162-sp11-section5-answers.pdf
http://siber.cankaya.edu.tr/OperatingSystems/ceng328/node122.html
Pasaribu.M.2015.Sistem Operasi 

Thursday, June 18, 2015

Sistem Batch


Sekilas Info perihal Sistem Batch.
Sistem Batch(system operasi batch)adalah sistem layanan serangkaian proses terdiri satu set(kelompok file input data yang akan dilayani secara non interaktif dengan user(pengguna) pada suatu waktu.


Sistem Batch mulai diterapkann pada computer generasi ke 2,  
Dalam system batch proses dipersiapkan oleh user(pengguna)pada perangkat offline seperti kumpulan(kelompok/set) kartu script proses dan diserahkan ke operator computer untuk dimasukkan ke system layanan. Proses dilayani dalam  perkelompok.
Hasil dari pekerjaan batch dapat diatur dari file output atau lebih sering hasilnya diatur pada set dokumen yang dicetak.


Contoh penerapan system Batch adalah dalam hal:
1)proses penagihan kartu kredit, dimana pelanggan tidak menerima tagihan untuk setiap pembelian menggunakan kartu kredit tetapi tagihan dilakukan setelah satu bulanan untuk semua pembelian yang menggunakan kartu kreditnya.

Proses pembelian dengan kartu kredit dibuat melalui system batch dimana semua data pembelian dikumpulkan sebagai batch sampai pada akhir siklus penagihan.

2)proses tagihan telepon ke sejumlah pelanggan dan kemudian mengirimkan tagihan kepada pelanggan sekaligus bukan secara individual.
3)proses pada system e mail

Kelemahan system batch:
Kurangnya interaksi antar pengguna dan proses
CPU sering menganggur karena kecepatan mekanik perangkat I/O lebih lambat dari CPU
Sulit untuk memberikan prioritas yang diinginkan.
************************************************************

Thanks For...

Daftar Referensi:
ocr/A2_G063/332_designing_systems/operating_systems/miniweb/pg6.htm

Friday, June 5, 2015

(Penjadwalan Proses)

(revised)
Penjadwalan Proses (Process Scheduling)
adalah  Pengaturan jadwal CPU melayani proses dalam sistem pemrosesan data komputer. 

Melayani = Memproses = Mengeksekusi = Mengolah proses menjadi apa yang diinginkan user (pengguna komputer).

Proses = Job = Suatu Program yang akan dikerjakan diolah oleh prosessor (CPU) untuk menghasilkan apa yang yang diinginkan user.

Pada postingan ini penulis menyajikan informasi pengantar penjadwalan proses komputer. Sedangkan contoh-contoh Algorithme Penjadwalan insyaAllah dapat  penulis  postingkan pada kesempatan yang akan datang, berharap kemakluman kepada penulis karena keterbatasan dalam kesempatan.


Penjadwalan Proses merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan layanan proses yang dilakukan sistem komputer.

Tugas Penjadwalan Proses :
1.Memutuskan proses mana yang harus dilayani (dijalankan atau dieksekusi atau diproses)
2.Menentukan kapan dan berapa lama suatu proses(job) dilayani (dijalankan).

TIPE PENJADWALAN PROSES
Ada 3 tipe penjadwalan berada bersama-sama pada Sistem Operasi yang kompleks:
1.Penjadwalan jangka Pendek (Short Therm Scheduller)
Bertugas menjadwalkan alokasi pemroses di  antara proses-proses ready di memori utama.  Penjadwalan dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk  memilih proses berikutnya yang harus dilayani.

2.Penjadwalan jangka Menengah (Medium Term Scheduller)
Bertugas menjadwalkan proses-roses yang tertunda untuk kemudian dilayani hingga pemrosesan selesai.
Setelah dilayani selama suatu waktu ,ada  proses yang mungkin ditunda  layanannya  karena membuat permintaan layanan masukan/keluaran atau memanggil suatu system call sehingga proses tersebut tidak selesai. Oleh karena kapasitas memori utama terbatas untuk sejumlah proses aktif  maka  proses yang tertunda dipindah dari memori utama ke memori sekunder sehingga tersedia ruang di memori utama untuk proses-proses lain.
Aktifitas pemindahan proses dari memori utama ke memori sekunder disebut Swapping.   Ketika hilang kondisi yang membuat tertundanya proses  maka proses  dimasukkan kembali ke memori utama dan ready(bersiap dilayani).

3.Penjadwalan jangka Panjang (Long Therm Scheduller)
Penjadwalan jangka panjang bekerja terhadap antrian batch dan memiliki batch berikutnya yang harus dieksekusi. Batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif(yaitu waktu pemroses, memori, perangkat input/output), berprioritas rendah digunakan sebagai pengisi agar pemroses sibuk selama periode aktifitas job-job interaktif rendah.

STRATEGI PENJADWALAN
Ada 2 Strategi Penjadwalan Proses:
1.Penjadwalan Non Preemptif  (Run to Completion)
Dalam penjadwalan non preemptive scheduller  tidak bisa memindahkan atau mengalihkan  layananlayani dari suatu proses sehingga  suatu proses itu  selesai dilayani.Artinya suatu proses jika dilayanin maka akan dilayani hingga selesai.

Pada Strategi Penjadwalan  Non Preemptif, Algorithme penjadwalan yang berlaku adalah(Run to Completion)yaitu Algorithma Penjadwalan  FIFO(First In First Out) atau FCFS 
(First Come First Serve), SJF(Short Job First) ,HRN  (Highest Ratio Next), MFQ(Multiple Feedback  Queues).

Catatan untuk sekedar mengingat kembali ;bahwa algorithma adalah urutan langkah langkah sistematis yang terkait pada bahasan penyelesaian suatu masalah; didalamnya bisa terdapat sejumlah variabel, perintah, ekspresi & assignment, struktur kendali aliran (control flow) dari algoritma, serta definisi fungsi/prosedur.


2.Penjadwalan Preemptive

Penjadwalan Preemptive adalah Penjadwalan yang dimana scheduller modern dapat memindahkan atau mengalihkan layanan dari suatu proses ke proses lain dalam suatu waktu dan kembali memberikan layanan lagi ke proses tersebut dalam waktu lain.

Scheduller memberikan jatah waktu tertentu  pada proses(job).  Jika waktu yang dibutuhkan suatu proses lebih pendek dari jatah waktu yang ditentukan pemroses maka proses  itu selesai (terminated) dan keluar dari memori utama.  Tetapi jika suatu proses memiliki waktu penyelesaian yang lebih panjang dari jatah waktu yang diberikan pemroses maka begitu jatah waktunya habis ,proses tersebut belum selesai   dikeluarkan dari memori utama  dan proses yang tak selesai  tersebut menunggu jatah waktu untuk  kembali dilayani ketika jatah waktu kembali tiba pada proses itu.
Strategi Penjadwalan Preemptive berguna pada Sistem yang penyelesaian proses-proses yang memerlukan  perhatian/tanggapan pemroses secara cepat  misalnya:

a.pada sistem Realtime, kehilangan interupsi  atau tidak layani dapat berakibat fatal
b.Pada sistem interaktif dapat menjamin waktu tanggap yang memadai.  Waktu tanggap sistem interaktif adalah waktu yang dihabiskan saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan atau transaksi sampai hasil pertama muncul di layar. Waktu tanggap disebut Terminal Response  Time.

Pada Strategi Penjadwalan Preemptive
Algorithme penjadwalan yang berlaku adalah RR (Round Robin),SRF
(Short Remaining First), PS(Priority Scheduling),GS(Guaranted Scheduling).



BEBERAPA KRITERIA PENGUKURAN DAN OPTIMASI KINERJA  PENJADWALAN :
a.Adil (Fairness)
yaitu proses – proses diberlakukan sama mendapat jatah waktu pemroses sama, semua proses dilayani.
b.Efisiensi (Eficiency)
ataU utilisasi pemroses dihitung dengan perbandingan(ratio) waktu sibuk pemroses.


c.Waktu Tunggu (WT)
Disebut Waiting Time, yaitu ukuran lamanya suatu proses menunggu hingga  dilayani.(dapat mudah dilihat pada Gantt Chart atau didapatkan sebagai hasil rumus  perhitungan).Rumus perhitungan dapat dilihat pada paparan di bagian bawah postingan ini.

d.Waktu Tanggap (Response Time)
Terdapat perbedaan waktu tanggap pada Sistem Interaktif dengan Sistem Real Time yaitu:
d1.Waktu tanggap pada Sisitem Interaktif didefenisiskan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah atau transaksi dimasukkan hingga hasil pertama muncul di monitor. Waktu Tanggap ini disebut Terminal Response Time.

d2.Waktu tanggap pada Sistem Real Time
Adalah waktu dari saat kejadian (internal atau eksternal) sampai instruksi pertama rutin dilayani. Disebut Event Response Time.

e.Completion Time (waktu penyelesaian)
Adalah waktu ketika suatu proses selesai dilayani.Ukuran waktu selesai dapat dilihat pada Gantt Chart atau sebagai hasil perhitungan.

f.Turn Around Time (TAT)
merupakan waktu yang digunakan sejak proses tiba di dalam sistem pemrosesan hingga proses selesai dilayani atau diartikan sebagai waktu yang dihabiskan suatu proses selama di dalam sistem. 
Kadang  ada yang menyebut TAT sebagai Waktu Penyelesaian.
Waktu Penyelesaian berbeda maksudnya dengan Waktu Selesai.


TAT merupakann kriteria  yang biasa diukur dalam bahasan penjadwalan. Rumus perhitungan TAT dapat dilihat pada bagian bawah postingan ini. 

g.Throughtput
Jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu uni(interval) waktu. Diekspresikan sebagai jumlah proses yang dapat dilayani dalam satu unit(interval) tertentu.


Kriteria ukur dan optimasi penjadwalan tersebut di atas dapat saling mendukung tetapi dapat saling bertentangan, sehingga tidak dimungkinkan optimasi kriteria secara simultan.

Contoh: Untuk memperkecil waktu tanggap memerlukan penjadwalan yang sering beralih diantara proses-proses itu.Hal demikian akan meningkatkan overhead sistem dan mengurangi Throughput. Oleh karena itu perancangan sistem penjadwalan harus mengkompromikan kebutuhan-kebutuhan yang saling bertentangan, tergantung sifat dan penggunaan sistem komputer.

BEBERAPA ISTILAH  LAIN DALAM PENJADWALAN PROSES
No.
Istilah
Nama Lain dan  pengertian
1.
Proses
Proces, Program, Job, pekerjaan, yang memerlukan layanan pemroses diatur oleh scheduller

2.
Processor
CPU , Pemroses , yang melaksanakan pemrosesan(pelayanan   proses), yang melayani proses

3.
Scheduller
Pengatur waktu  pemrosesan , pengatur jadwal layanan proses terhadap pemroses

4.
Arrival Time
(AT)
Waktu tiba, waktu datang, waktu masuknya proses ke dalam sistem pemrosesan (ukurannya biasanya dapat dilihat pada penjelasan soal atau pada tabel soal).

5.
Burst Time (BT)
Execute Time, waktu eksekusi proses, waktu layanan proses ,waktu yang dibutuhkan proses untuk dilayani(ukurannya biasanya dapat dilihat pada soal atau pada tabel soal  dan pada Gantt Chart).

6.
Start Time
(ST)
waktu rilis layanan proses ,Waktu ketika proses mulai dilayani ,dapat mudah dilihat pada Chart).






Agar penggunaan istilah -istilah lebih simpel maka dalam bahasan algorithme penjadwalan penulis menggunakan istilah dalam Bahasa Inggris dengan maksud efisiensi penulisan serta mudah diartikan sahabat pembaca online secara umum.


@BEBERAPA RUMUS PENGUKURAN DALAM PENJADWALAN PROSES@
*Turn Around Time = Completion Time – Arrival Time
Di sini saya notasikan sebagai  TAT = CT – AT
Tetapi pada kondisi AT =0 semua proses tiba di sistem pemrosesan maka TAT = CT – 0  sehingga dalam hal khusus seperti ini TAT = CT.

Rumus Lain Turn Around Time = Waiting Time + Burst Time
Di sini saya notasikan sebagai TAT = WT + BT
Rata-rata TAT = ∑ TAT : ∑ Proses


*Waiting Time = Turn Around Time - Burst Time
Waiting Time   WT = TAT - BT

*Rumus lain Waiting Time:
b.Waiting Time = Start Time – Arrival Time
Di sini penulis notasikan sebagai WT = ST – AT
Jika Arrival Time t=0 maka WT = ST – 0
Sehingga WT = ST


c.Waiting Time = Completion Time – Burst Time – Arrival Time
Di sini saya notasikan sebagai  WT = CT – BT – AT


Demikianlah rumus-rumus perhitungan pengukuran yang biasa digunakan di dalam penjadwalan. 
Pertanyaan yang mungkin muncul adalah rumus yang mana sebaiknya digunakan? Jawabannya adalah rumus perhitungan yang dimungkinkan dalam pembahasan atau penyelesaian soal perhitungan.Yaitu rumus yang komponennya mudah ditemukan dalam soal dan efisiensi penyelesaiannya.

Selain istilah dan rumus–rumus di atas  hal yang juga perlu untuk diketahui adalah Gantt Chart yaitu diagram kotak yang biasa tersusun horizontal menggambarkan(memetakan) kronologis rangkaian proses. Gantt Chart dilengkapi dengan nama atau kode nama  Proses disertai keterangan waktu yang terkait di dalam kronologis rangkaian proses sejak awal hingga akhir.Ukuran waktu akhir atau estimasi waktu di Gantt Chart harus sama dengan estimasi (total) Burst Time rangkaian proses.

Setiap jenis Algorithme Penjadwalan berbeda dalam penggambaran Gant Chartnya karena masing-masing memiliki prinsip mekanisme penjadwalan yang berbeda.


Demikianlah pengantar penjadwalan proses kerja komputer yang dapat penulis sajikan semoga mudah dipahami dan berguna, Sekian dan terima kasih


Daftar Referensi
https://www.cs.rutgers.edu/~pxk/416/notes/07-scheduling.html
Pasaribu, M.2015.Sistem Operasi.STIKOM Medan

Tuesday, April 7, 2015

Komputer Seukuran Flashdisk


Senin, 19 Januari 2015 , 00:01:00
Perangkat PC stick berbasis HDMI akan populer di masa depan. Saat ini perangkat dongle Chromecast yang sudah ada seperti Roku Streaming Stick, Amazon Fire TV Stick, dan Mozilla Matchstick.
Vendor pun berlomba-lomba menyediakan perangkat elektronik yang bisa dihubungkan ke port HDMI pada TV atau monitor.

Intel merupakan salah satu perusahaan yang menciptakan perangkat stick tersebut yang dipamerkan pada event Consumer Electronics Show (CES) 2015.
Dilansir Mashable, Minggu (18/1), perangkat yang dinamakan Compute Stick buatan Intel ini mendukung fungsi penuh Windows 8.1 atau Ubuntu Linux. Ukurannya kecil seperti Chromecast atau flashdisk, dan dijual dengan harga USD149 atau sekira Rp1,8 juta.
Compute Stick ini menggunakan prosesor Quad-Core Intel Bay Trail Atom Z3735F. Selain mendukung konektivitas bluetooth 4.0, WiFi, dan satu port USB, perangkat ini juga didukung slot ekspansi micro-SD.
Versi OS Windows 8.1 dari compute stick ini memiliki RAM 2 GB serta storage flash built-in 32 GB. Sementara untuk versi Linux, Compute Stick tersedia dengan harga USD89 atau sekira Rp1,1 juta. (joy)

Sumber Info:
 http://www.jpnn.com/read/2015/01/19/282249/Inilah-Komputer-Seukuran-Flashdisk-yang-Bakal-Jadi-Tren

LUPA PASWORD AKUN DI GOOGLE?.. BEGINI SOLUSINYA

Alhamdulillah 💕 Assalamualaikum  sahabat online 🙋💝💝 sharing info solusi jika sulit membuka akun google  Langkah-langkah metode lupa pasw...